Ya Tuhan jagalah hatinya hanya untukku.
Eres lo mejor que me a pasado quisiera tenerte a mi lado la vida, de ti me a separado hoy te digo cuanto sufro y que te amo. Siempre a sido mi mejor anhelo eres la causa de mis desvelos contigo me siento diferente si estoy a tu lado no existe otro ambiente
Satu fase itu pun terlewati
Akhirnya setelah kurang lebih 3 tahun duduk di bangku kuliah berstatus sebagai mahasiswa preklinik, saya dihadapkan dengan satu karya tulis yang bertajuk sebagai ‘salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana kedokteran’, yah SKRIPSI. Skripsi yang katanya momok bagi setiap mahasiswa tingkat akhir yang ingin segera lulus dari bangku kuliah. Dimulai pada bulan Juli tahun 2011 saat SK pembimbing skripsi dibagikan, maka sejak itu kita resmi menjadi mahasiswa yang harus menggarap proposal penelitian.
Mulai dari penggarapan Judul, bab I bab II smp bab III ini sendiri sudah amat sangat memusingkan, jendral! Untungnya, pembimbing substansi dan metodologi saya bukan tipikal pembimbing yang ‘menyusahkan’ mahasiswanya. Tapi juga tidak lantas semuanya serba mudah. Pembimbing substansi saya adalah kepala bagian penelitian di instansi Obsgyn RSMH, bayangkan ketika dia membaca latar belakang proposal penelitian saya, lalu dia bertanya “ini kamu ambil sumbernya dari mana? mana bukunya saya mau lihat?” D-oh! untungnya hari itu saya membawa semua buku referensi saya untuk proposal kalau tidak entah saya jadi apa. belum lagi ktika mood pembimbing sedang tidak baik, kita juga kena imbas. dan akhirnya September 2011, saya diizinkan untuk maju sidang proposal. Hasilnya, proposal penelitian saya diterima!
Saya sebenarnya tipikal orang yang suka menunda-nunda pekerjaan, tapi untuk yang satu ini prinsip saya, “kalo bisa lebih cepat selesai, kenapa tidak? biar tidak jadi beban pikiran berlarut-larut”. jadi, setelah mendapat surat izin penelitian, saya segera memulai penelitian di rekam medik. Saya kira penelitian di rekam medik akan sangat mudah, rupanyaa tidak. mulai dari urusan administrasi, ‘birokrasi’ cukup membuat saya mengelus dada. Tapi, untungnya ketika proses penelitian berjalan semuanya baik-baik saja, sampai terjadi masalah besar sebagian data yang saya perlu tidak ditemukan. hampir menangis rasanya. mengingat saya yang sudah memakai teknik total sampling, dan jumlah sampelnya pun tidak sampai 100, harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa data banyak tidak ditemukan. Setelah putar otak, pencerahan dari yang Maha Kuasa, dan bantuan dari si apek, akhirnya diputuskan untuk mencari sendiri data yang ‘hilang’ tadi di tumpukan data-data milik teman lain yang mengambil topik yang sama. Voilaa! rupanya ‘data-data’ tadi cukup banyak yang terselip di tumpukan data teman. karena tidak langsung dikembalikan ke direktori, ketika dicari tidak bisa ditemukan. Penelitian akhirnya selesai, dan penyakit malas muncul, hampir sebulan rekapan data tersebut dibiarkan tertumpuk tanpa disentuh apalagi diolah. Alasannya sibuk dan fokus lagi dengan kuliah, hahaa. Sampai akhirnya semangat untuk mengerjakan skripsi kembali, data-data langsung diolah, dan 3 hari kemudian bimbingan. Kebetulan pembimbing substansi memberi deadline sidang untuk mahasiswa bimbingannya sehingga pengerjaan bab 4 dan bab 5 terhitung lumayan cepat. masalah muncul 9 hari sebelum sidang ketika tiba-tiba pembimbing I substansi saya ribut karena katanya kenapa ketika penelitian tidak bimbingan. dalam hati saya “mahasiswa lain juga ga ada toh dok yang bimbingan selama penelitian” dan disitu saya sempat parno akan dibantai pembimbing sendiri ketika sidang skripsi. Demi memuaskan hati si pembimbing akhirnya saya memohon-mohon ke bagian rekam medik supaya bisa meminjam satu rekam medik untuk ditunjukkan ke pembimbing substansi saya yang tidak puas dengan hasil penelitian saya, yang kata beliau “bisa saja kamu salah catat atau terlewat”.
Hingga akhirnya tanggal 12 Januari 2012, saya menghadapi sidang skripsi. Gugup, takut, resah dan gelisah mendominasi perasaan saya. Tapi toh, saya punya penolong terhebat dalam hidup saya, Allah SWT. KepadaNya saya percayakan kepercayaan terbesar saya bahwa saya akan menghadapi sidang ini dengan baik, dan sektika itu juga rasa gugup dan takut tadi sirna. Alhamdulillah. Akhirnya, setelah memaparkan hasil penelitian dan diskusi dengan penguji selama lebih kurang 60 menit, saya dinyatakan lulus! Alhamdulillaahh

hey, skripsi! kamu menyita waktu pikiran tenaga dan uang! hahaaa. Tapi kamu juga yang mengajarkan saya menjadi orang yang teliti, sabar, dan tekun. oya sabar, salah satu poinnya adalah sabar menunggu bimbingan. 3 jam menunggu, hanya untuk bimbingan kurang dari 5 menit :’)

Kabar sangat bahagianya adalah ketika keluarga memberi ucapan selamat dan do’a, betapa bahagianya ketika mereka tersenyum bahagia dan alasanny adalah karena kamu. :’) terharu ketika bunda membaca halaman persembahan ini dan tersenyum, terharu dan menahan air mata. Ada perasaan yang sulit saya ungkapkan.
tapi selesainya skripsi ini toh baru satu fase dari kehidupan, setelah ini ada dunia ‘yang katanya lebih kejam lagi menunggu’ KOAS!
Prepare ourselves n be ready! May Allah be with us
— (via kuntawiaji)
12012012
YES, A Beautiful date for my sidang skripsi. n thank God, i got the result that i always wanted. i’m so happy that it can make my parents n my family put a big smile on their face. Alhamdulillah
I wish I could look this put together in the rain, haha. (via pinterest)
— anamrufisa (via anamrufisa)
(via biesoul)
Want it. (via we heart it)
— Nauzubillah min zalik. Semoga Allah senantiasa menuntun langkah hamba yang dhoif dan fakir ini. “sebuah posting penyesalan dari posting sebelumnya”



